Senin, 6 September, 2010 >>
 











 
 


Versi Cetak Kirim Ke Teman
 Published by : Admin ::22 Desember 2009 1:46 WIB


Swiss Bantu Pengembangan Pariwisata di Flores
.

EnterFlores - Pemerintah Swiss pada tahun 2010 membantu pengembangan pariwisata di Labuan Bajo, khususnya, dan Pulau Flores umumnya dengan mengucurkan dana sekitar 4,2 juta dollar Amerika Serikat. Flores memiliki potensi pariwisata yang sangat unik, tetapi belum dikembangkan.


Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik ketika berbicara di hadapan pejabat daerah Nusa Tenggara Timur dan peserta lomba sasando di Kupang, Minggu (20/12), mengatakan, perwakilan Pemerintah Swiss bersama tim dari Departemen Budaya dan Pariwisata telah mengunjungi binatang komodo di Labuan Bajo, Manggarai Barat, serta sejumlah obyek wisata delapan kabupaten lain di daratan Pulau Flores.


”Bantuan ini diprioritaskan untuk pengembangan pariwisata di Labuan Bajo dan sekitarnya serta delapan kabupaten lain di daratan Flores. Kami berharap kabupaten lain di Timor, Sumba, dan Rote Ndao pun mendapat giliran pada masa yang akan datang,” katanya.


Potensi pariwisata di Flores sangat besar, tetapi sampai hari ini belum dikelola secara maksimal.


Hampir setiap kabupaten memiliki keunikan tersendiri, baik wisata alam, seperti Danau Tiga Warna di Kelimutu (Ende), warisan budaya peninggalan masa lalu (Semana Santa di Larantuka), berburu paus secara tradisional di Lembata, maupun binatang unik, seperti komodo di Manggarai Barat.


Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata NTT Ans Takalapeta mengatakan, bantuan Swiss itu untuk pembenahan sejumlah obyek wisata yang ada di Flores, seperti jalan, jembatan, penginapan, sarana transportasi, dan sumber daya manusia.


”Industri pariwisata melibatkan hampir semua sektor, seperti perhubungan, biro perjalanan, kesehatan, pertanian, industri rumah tangga, dan bidang kesenian tradisional. Karena itu, diperlukan kerja sama dan saling koordinasi di antara semua sektor,” kata Takalapeta.


Ia menuturkan, binatang komodo telah dinominasikan masuk ke dalam enam keajaiban dunia sehingga dengan sendirinya mendongkrak jumlah wisatawan dari dalam dan luar negeri ke komodo dan sekitarnya.


Pembenahan terhadap obyek wisata komodo dan sekitarnya tidak hanya menunggu bantuan dari luar, tetapi juga peran serta dan partisipasi pemerintah kabupaten dan masyarakat setempat sangat diharapkan. (KOR/BEN)[www.kompas.com]


 

Versi Cetak Kirim Ke Teman

Bookmark and Share

Tulisan Terkait

::. Swiss Bantu Pengembangan Pariwisata di Flores : Dilihat 599 Kali
::. Kinerja Jaksa di NTT Rendah : Dilihat 523 Kali
::. Warna Danau Kelimutu Semua Berubah Hijau Muda : Dilihat 730 Kali
::. 50 Tahun STKIP Ruteng ( Mungkinkah Jadi Universitas?) : Dilihat 744 Kali
::. 50 Tahun STKIP Ruteng : Dilihat 717 Kali
::. Penyidik Tidak Profesional Dalam Pengungkapan Kasus Rm. Faustin Sega Pr, : Dilihat 694 Kali
::. Lengkap, BAP 9 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi di Distan Manggarai : Dilihat 610 Kali
::. Polisi Periksa Kadis Pertambangan Mabar : Dilihat 585 Kali
::. Masyarakat Minang di Flores Galang Bantuan : Dilihat 505 Kali
::. Di Nggorang, Sawah 120 Hektar Gagal Panen : Dilihat 455 Kali
::. Semen Kupang Gerakkan Ekonomi NTT : Dilihat 456 Kali
::. Wabah SE Meluas ke Ende : Dilihat 473 Kali
::. Sapi dan Kerbau Mati Mendadak : Dilihat 437 Kali
::. 50 Tahun Aspirasi Adonara Kabupaten : Dilihat 699 Kali
::. Tambang Emas Lembata Melanggar Adat : Dilihat 1201 Kali
::. Gunung Egon Meletus, Warga Mengungsi : Dilihat 1018 Kali
::. Pembelian Stek Singkong Diduga ”Mark Up” : Dilihat 3183 Kali
::. Laporkan Kasus Proyek Singkong ke KPK : Dilihat 1163 Kali

Total Komentar :0 +/-


Isi Komentar Anda +/-

Nama
Email
Website
Propinsi/Kota
Komentar
Form key
Generated key 4zlAyn4

 
Copyright © 2008 EnterFlores.com. All Rights Reserved.