Di Nggorang, Sawah 120 Hektar Gagal Panen | | . | | | |
EnterFlores.Com -- Padi pada lahan sawah seluas 120 hektar (ha) di Desa Nggorang, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) gagal panen karena diserang hama tikus.
Kondisi ini menyebabkan 340 kepala keluarga (KK) yang menggarap lahan tersebut kesulitan. Pemerintah Kabpaten (pemkab) Manggarai Barat belum memberi perhatian terhadap kondisi rawan pangan yang dialami warga di desa itu.
Sejumlah petani menyampaikan hal ini kepada Pos Kupang di areal persawahan di Desa Nggorang, Sabtu (26/2009).
Fabianus Kusman, petani desa setempat mengatakan, tahun ini petani sawah tidak bisa panen karena padi diserang tikus. "Mau dapat hasil apa dari sawah di sini? Semua areal sawah mengalami gagal panen karena padi diserang tikus. Petani enggan untuk mengolah lagi sawah ini," keluh Kusman.
Dia menjelaskan, selama ini warga di Desa Nggorang hanya mengandalkan sawah untuk mata pencaharian. Namun, sejak hama tikus menyerang sawah di wilayah itu, para petani kesulitan. Berbagai upaya sudah dilakukan untuk mengatasi serangan hama tikus, namun tidak membuahkan hasil. Akibatnya, sawah yang ada dibiarkan terlantar.
Kepala Desa (Kades) Nggorang, Lorensius Sun, yang ditemui terpisah, membenarkan gagal panen yang dialami petani setempat.
Sun menjelaskan, memasuki masa panen tahun ini petani tidak lagi memperoleh hasil padi sawah yangdikelola selama ini. Hal ini karena padi rusak dimakan tikus. Karena itu, petani tidak lagi membajak sawah untuk musim tanam berikutnya.
Sawah di Nggorang, jelas Sun, biasanya panen tiga kali setahun dan hasilnya cukup banyak. Air irigasi yang lancar cukup membantu petani di areal persawahan ini, namun petani 'kalah' menghadapi serangan hama tikus. Sampai saat ini belum ada cara yang bisa dipakai untuk membasminya. Akibatnya, petani hanya bisa pasrah pada keadaan. "Kami pernah melaporkan hal ini kepada pemerintah kabupaten melalui dinas teknis namun sampai saat ini tidak pernah ada tanggapan," kata Sun.
Dia menyayangkan pihak Badan Penyuluhan Pertanian (BPD) yang sampai saat ini tidak merespon laporan warga mengenai hama tikus tersebut.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Mabar, Dominikus Hawan yang hendak dikonfirmasi di kantornya, Sabtu (26/9/2009), tidak berada d itempat. (pos-kupang.com / cc)
|
masak pemerintah tidak merespon...?
meleset.....