Ritual Patika Du a Bapu Ata Mata  | | . | | | |
Enterflores. com -- Para mosalaki dari sejumlah kecamatan di sekitar Gunung Kelimutu, , Jumat (14/8/2009), memberi makanan kepada arwah nenek moyang atau dalam bahasa Lio, Patika Du'a Bapu Ata Mata. Disaksikan Pos Kupang acara pemberian makan atau Patika Du'a Bapu Ata Mata itu ditandai dengan pemberian sesajian berupa daging babi, nasi, sirih pinang, tembakau, beras dan moke oleh 9 orang mosalaki dari masing-masing komunitas adat. Semua sesajian tersebut ditaruh di atas sebuah batu yang dikelilingi oleh para mosalaki yang sebelumnya telah melantunkan doa-doa dalam bahasa adat.
Seusai mentahtakan sesajian di atas sebuah batu yang berada di sekitar Danau Kelimutu, para mosalaki lantas secara bersama-sama melakukan tarian adat berupa gawi mengelilingi batu yang telah dilepas sesajian.
Kepala Dinas (Kadis) Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Ende, Dra. Anna Anny Labina, yang ditanya tentang ritual Patika Du'a Bapu Ata Mata mengatakan, pelaksanaan kegiatan tersebut bermakna untuk memberi makan kepada para arwah nenek moyang. Sesuai dengan kepercayaan masyarakat setempat, semua orang yang meninggal arwahnya bersemayam di Danau Kelimutu.
Karena keyakinan itu, kata Labina, maka dilakukan pemberian makanan kepada para arwah yang dilakukan oleh para mosalaki yang bermukim di sekitar Kawasan Danau Kelimutu dengan difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Ende dan Balai Taman Nasional Kelimutu.
Selain itu, kegiatan Patika Du'a Bapu Ata Mata juga sebagai upaya konkrit dari pemerintah dan masyarakat serta Balai Taman Nasional dalam rangka mengembangkan obyek budaya di komunitas adat Ende-Lio yang sarat dengan makna budaya.
Labina mengatakan, Danau Kelimutu adalah obyek wisata alam karunia Tuhan kepada Kabupaten Ende dan menjadi salah satu obyek wisata primadona. Wujud ungkapan syukur sesuai dengan kearifan lokal masyarakat setempat adalah menyelenggarakan ritual memberi makanan kepada para leluhur.
Ritual Patika Du'a Bapu Ata Mata di puncak Gunung Kelimutu ini merupakan kegiatan perdana. Direncanakan kegiatan yang sama akan dilakukan pada waktu-waktu mendatang.
Staf ahli Bupati Ende, Drs. Frans Lasa, yang mewakili Bupati Ende pada itu mengatakan bahwa kegiatan tersebut bernilai positif sebagai bentuk penghormatan terhadap para leluhur yang telah mendahului. Lasa mengatakan, rencananya kegiatan itu akan dilakukan lagi pada waktu-waktu mendatang yang akan dikemas dalam acara yang lebih baik lagi.
Acara Patika Du'a Bapu Ata Mata selain disaksikan oleh para mosalaki yang berada di sekitar kawasan Danau Kelimutu juga disaksikan oleh ratusan warga lain maupun sejumlah turis lokal maupun mancanegara.
Seusai melakukan kegiatan serimoni adat di Puncak Gunung Kelimutu, para mosalaki berbaur bersama dengan ratusan warga menggelar pentas seni di area parkiran kendaraan yang berjarak sekitar 1 km dari puncak Kelimutu. (rom / pos-kupang.com)
|