Enterflores - Sejumlah akademisi mendorong pemerintah melindungi dan melestarikan komodo (Varanus komodoensis) di habitatnya. Pemindahan atau perusakan habitat satwa yang telah dinyatakan Unesco sebagai warisan alam dunia itu bisa berakibat pada kepunahan.
Permintaan ini disampaikan terkait berita kerusakan lingkungan di habitat asli komodo akibat adanya aktivitas pertambangan serta rencana pemindahan komodo keluar dari Taman Nasional Komodo, Flores, Nusa Tenggara Timur. "Pemindahan bisa saja dilakukan, tapi habitat asli komodo tetap harus dijaga kelestariannya," kata Rektor Universitas Mulawarman Ach Ariffien Bratawinata di sela-sela World Conference on Science, Education, and Culture 2010 di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Rabu (12/8).
Ariffien yang juga ahli konservasi itu mengatakan, apabila habitat asli komodo tidak dijaga kelestariannya, maka Indonesia akan kehilangan kekayaan alam berupa plasma nutfah yang tidak bisa lagi dijumpai di tempat lain. Selain unik, Pulau Komodo mempunyai kekayaan alam yang sangat spesifik.
Menurut Ariffien, pemindahan komodo bisa dilakukan hanya bila lokasi pemindahan mirip dengan habitat aslinya. Akan tetapi, untuk membuat lokasi pemindahan yang mirip dengan habitat asli komodo itu akan sangat sulit karena sejauh ini ulin, yaitu tumbuhan yang disenangi komodo, hanya bisa tumbuh di Taman Nasional Komodo.
Sementara itu, Rektor UGM Sudjarwadi mengungkapkan, pemanfaatan alam di sekitar Taman Nasional Komodo perlu dikaji secara seimbang. Studi kelayakan perlu dilakukan secara mendalam sebelum pengembangan dilakukan.
Hal ini mengingat Pulau Komodo tidak saja berhubungan dengan perilaku alam namun juga budaya masyarakat sekitarnya. Keuntungan ekonomi harus tetap mempertimbangkan pelestarian alam serta budaya di pulau itu, ujarnya.
Michael Hithcock dari Universitas Chichester mengatakan, komodo merupakan salah satu elemen budaya yang penting di daerah asalnya. Bagi masyarakat setempat, komodo adalah utusan dari dewata. Dengan memindahkan komodo, maka elemen budaya akan hilang. "Tanpa adanya elemen budaya, hilang juga potensi wisata daerah," ujar Michael yang meneliti komodo beberapa waktu lalu.
Sementara itu, Staf Ahli Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Thamrin Bahri menjelaskan, perlu dilakukan sejumlah kompromi dalam penanganan masalah Pulau Komodo maupun pemindahannya. Pelestarian komodo tetap harus menjadi prioritas utama dari pengembangan wisata atau aktivitas lain di sekitarnya.[kompas.com]
padahal dengan adanya Komodo, bisa membuat bangsa Indonesia di mata dunia, terangkat martabatnya.
saat ini yang saya lihat, pemerintah masih belum bisa maksimal dalam menjaga aset bangsa yang berharga ini. dan saya harap pemerintah bisa sadar, dan akhirnya membenahi semua yang selama ini terbengkalai.