Puluhan Ribu Massa Pendukung Hadiri Kampanye PKDI di Manggarai  | | . | | | |
Puluhan ribu massa itu berdatangan dengan menggunakan kendaraan truk, bus dan sepeda motor bahkan ada yang berjalan kaki dari berbagai wilayah di Kabupaten Manggarai, Kabupaten Manggarai Timur dan Kabupaten Manggarai Barat. Meski sempat memacetkan arus lalu lintas di kota Ruteng selama beberapa jam, konvoi massa ketika menuju Stadion Golo Dukal dan saat bubar kampanye itu berlangsung aman dan tertib tanpa insiden apapun.
Dalam orasi politik, Ketua Dewan Pertimbangan PKDI, Johnny Plate menyatakan PKDI adalah partai Nasionalis-Religius-Demokratis yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia yang ikut terlibat dan berjuang untuk membangun politik berbasis nilai dan menghasilkan perubahan yang lebih baik bagi generasi kini dan masa depan.
“Terutama bagi masyarakat yang terpinggirkan yang berasal dari berbagai kelompok maupun golongan yang tidak pernah bisa memperjuangkan keinginan dan kebutuhan mereka melalui partai-partai yang ada selama ini. Termasuk mereka yang selama ini kurang bahkan tidak mendapatkan akses politik ke pemerintahan maupun lembaga negara lainnya,” tandas Johnny disambut antusiasme massa yang memadati seluruh area Stadion Golo Dukal.
Johnny menambahkan, PKDI adalah partai yang menyediakan ruang atau wadah bagi keterlibatan masyarakat dalam karya politik. “Untuk membawa setiap denyut harapan masyarakat yang menginginkan perubahan dan perbaikan yang konkret,” katanya.
Menyinggung peran partai ke depan di tengah dinamika sosial-politik di tanah air dewasa ini, Johnny mengatakan, PKDI berkomitmen untuk tetap menegakkan fondasi NKRI, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika dan UUD 1945.
“Inilah pilar hidup negara-bangsa yang perlu dipertahankan. Dengan demikian, seluruh upaya PKDI untuk mewujudkan misi dan peran konkretnya dapat terlaksana dengan dukungan seluruh masyarakat, yakni memperjuangkan kesejahteraan umum dengan prinsip Salus Populi Suprema Lex atau kesejahteraan rakyat adalah hukum tertinggi; menjadi suara bagi kaum yang ‘tidak bersuara’ atau voice of the voiceless; serta berupaya mewujudkan kebaikan bersama atau bonum commune,” papar Johnny.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal PKDI, Maria Anna mengatakan, pemilu 9 April mendatang yang bertepatan dengan perayaan Kamis Putih bagi umat kristiani hendaknya juga dilihat sebagai kesempatan untuk menyatakan keterlibatan seluruh umat untuk ikut bertanggungjawab kepada bangsa dan negaranya. “Dengan keterlibatan kita kali ini, maka untuk ke depan kita bisa menegaskan bahwa tidak akan ada lagi pemilu yang bertepatan dengan hari perayaan keagamaan dari agama manapun,” tandasnya.
PKDI Menyihir Flores
Dari pantauan tim media dalam sepekan terakhir, kampanye terbuka PKDI seakan telah menyihir Pulau Flores. Pada Selasa (24/3) awal pekan lalu, kampanye PKDI yang digelar di Lapangan Pancasila, Kabupaten Ende, dipadati sekitar 12.000 massa kader, pendukung dan simpatisan PKDI, termasuk puluhan ketua adat masyarakat setempat atau mosalaki.
Sebelumnya pada Kamis (19/3), Ketua Dewan Pembina Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Surya Paloh berkampanye di tempat yang sama di Ende. Sekitar 2.000 orang menghadiri kampanye Surya Paloh bersama sejumlah calon anggota legislatif untuk DPR, DPRD provinsi NTT, maupun DPRD Kabupaten Ende. Dalam rapat kampanye terbuka itu juga turut mengisi acara penyanyi dangdut ibukota Kristina.
Sedangkan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto melakukan kampanye terbuka di Lapangan Pancasila, Ende, pada Minggu (22/3). Sekitar 4.000 massa menyambut kehadiran dua diva papan atas nasional, Titi Dwi Jayanti dan Ruth Sahanaya. Tembang-tembang yang dibawakan oleh kedua penyanyi papan atas itu semakin menambah semarak kampanye.
Menyambut besarnya antusiasme masyarakat Flores menghadiri kampanye PKDI, meski hanya dimeriahkan oleh penyanyi lokal warga setempat, Johnny Plate mengatakan hal ini sungguh merupakan cerminan dari masyarakat yang menginginkan adanya perubahan dan harapan baru yang lebih konkret ke depan, karena masyarakat sudah tidak sepenuhnya yakin pada jargon-jargon politik yang sering dikatakan oleh partai-partai selama ini.
“Kita menyaksikan kekecewaan masyarakat akibat tidak adanya perubahan yang berarti setelah dua kali pemilu dalam masa reformasi. Berbagai dampak krisis global dan krisis multi-dimensi dalam negeri telah memperburuk kehidupan ekonomi warga. Bahkan kenyataan menunjukkan betapa minimnya upaya yang sungguh-sungguh dilakukan untuk mengatasi persoalan kemiskinan. Kondisi ini, selain berdampak negatif bagi demokrasi, juga berpotensi memperlebar jurang pemisah kaya-miskin sehingga ketimpangan sosial semakin tinggi,” tutur Johnny.
Menghadapi kondisi kekecewaan masyarakat yang demikian, kata Johnny, sebagai partai politik yang berkecimpung langsung dengan berbagai persoalan masyarakat, PKDI berkomitmen tidak lagi “menitipkan” aspirasi perjuangan kepada pihak lain dan tidak lagi menjadi “penumpang” di kendaraan politik lain. “PKDI akan mengemudikan sendiri lokomotif perjuangan untuk menarik gerbong sumber daya dan cita-cita generasi baru yang bermitra dengan seluruh elemen bangsa,” ujarnya.
Kampanye PKDI di Manggarai juga menghadirkan para pengurus partai dan caleg dari berbagai daerah pemilihan di beberapa kabupaten di Flores bagian Barat. (*/pg)
Sumber : pkdi.or.id
|