| |
|
|
|
| Pulau Flores
Flores, dari bahasa Portugis yang berarti "bunga" berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Flores termasuk dalam gugusan Kepulauan Sunda Kecil bersama Bali dan NTB,
dengan luas wilayah sekitar 14.300 km². Pulau Flores bersama Pulau Timor, Pulau Sumba dan Kepulauan Alor merupakan empat pulau besar di Provinsi NTT yang merupakan salah satu provinsi kepulauan
di Indonesia dengan 566 pulau. | | 11 Desember 2009 3:57 WIB:. Dilihat 37 Kali |
 |
| Kempu : Tatanan Lokal Pembentuk Karakter
Kempu atau Cerep (dalam adat masyarakat Manggarai di Flores berarti masuk minta) merupakan pertemuan pertama keluarga besar laki-laki dan keluarga besar
perempuan pasangan yang akan hidup berkeluarga. Dua keluarga yang menyepakati tanggal pertemuan itu. Kempu terdiri dari tiga acara pokok. Pertama, dialog jumlah belis (emas kawin) berupa uang dan hewan (biasanya kerbau dan kuda). Kedua, tukar cincin (bila jumlah belis sudah disepakati bersama).
Ketiga, Paki Ela Mbukut (potong babi sesajian) sebagai tanda peresmian ikatan kekerabatan antara pihak keluarga laki-laki (anak wina) dan pihak keluarga perempuan (anak rona). Pihak laki-laki akan membawa sebagian dari babi sesajian tadi sebagai bukti laporan kepada keluarga besar. | | 2 September 2009 5:16 WIB:. Dilihat 374 Kali |  |
| Akademisi Dorong Pelestarian Komodo
Enterflores - Sejumlah akademisi mendorong pemerintah melindungi dan melestarikan komodo (Varanus komodoensis) di habitatnya. Pemindahan atau perusakan habitat satwa
yang telah dinyatakan Unesco sebagai warisan alam dunia itu bisa berakibat pada kepunahan. | | 12 Agustus 2009 22:53 WIB:. Dilihat 421 Kali |  |
Taman Nasional Komodo Masuk Final "New 7 Wonders of Nature"
Enterflores – Taman Nasional Komodo berhasil menjadi finalis "New 7 Wonders of Nature". "New 7 Wonders Foundation" mengumumkan pekan lalu, bersama
27 finalis lainnya, TNK berhasil menyisihkan sekitar 440 nomine dari 220 negara.
| | 27 Juli 2009 5:33 WIB:. Dilihat 404 Kali |  |
| Aktor Sosial
| KITA selalu terjebak dalam mentalitas ini: menunggu orang lain bertindak dan berbuat sesuatu untuk mengatasi masalah kita atau kita sendiri harus berjuang menemukan solusi atas masalah yang kita hadapi. Mentalitas ini tidak saja berlaku secara individual tetapi juga menyerang kita secara sosial. Kita temukan
banyak masalah di dalam kehidupan bersama kita, tapi kita sering pula menunggu orang lain untuk memberikan solusinya.
Sedemikian kuatnya mentalitas menunggu orang lain memberikan solusi atas masalah kita baik secara pribadi maupun sosial menyebabkan kita tidak bisa keluar dari lingkaran masalah. | | 26 Agustus 2009 5:04 WIB:. Dilihat 276 Kali |  |
| Memahami Alam Pikiran Tradisional Orang Manggarai
| | Paham-paham personal pun kolektif yang mencuat ke permukaan dari suatu masyarakat merupakan buah dari penghayatan interaksi dan sosialisasi. Bila ditilik dari perspektif
fenomenologi modern, setiap pengalaman yang ada
pada manusia (masyarakat) selalu merupakan eksteriorisasi dari sebuah pengalaman tentang sesuatu. | | 20 Agustus 2008 4:41 WIB:. Dilihat 1054 Kali |  |
| Tinjauan Budaya Lio-Ende-Flores-NTT tentang Bumi
| Bumi, sebagai ibu, mesti diselamatkan dari keganasan egoisme dan kelompokisme manusia zaman ini. Merusak bumi
dengan cara merusakan alam-lingkungan, baik secara langsung maupun tidak langsung, berarti merusakkan pula budaya yang benar, baik, dan utuh dalam masyarakat berbudaya tersebut | | 9 Juli 2008 1:55 WIB:. Dilihat 1096 Kali |  |
| Kita Tidak Butuh Korem di Flores
| | Flores aman-aman saja selama ini. Flores juga tidak pernah punya sejarah separatisme. Dari dulu-dulu NKRI tidak dipersoalkan oleh orang Flores. Memang NTT berbatasan dengan luar negeri. Ancaman dari luar
bukan tidak ada (sama sekali), tetapi membesar-besarkan bahaya, sepertinya memaksa kita melihat hantu di siang bolong.
| | 16 April 2008 0:50 WIB:. Dilihat 1177 Kali |  |
|
|
|