| Mbaru Gendang Bukan Alat Politik Jika terjadi politisasi Mbaru Gendang sehingga menggeser fungsi sosialnya, maka tak dapat dihindari bahwa keselerasan hidup dan kekerabatan sosial semakin terancam. Paling tidak ketika Mbaru Gendang berubah fungsi sosialnya, maka akan terbuka terhadap persaingan yang tidak sehat yang pada gilirannya memecah-belahkan masyarakat bawah. | 26 Februari 2009 20:44 WIB:. Dilihat 314 Kali | |  |
| Tudak Manuk: dari Lalong Rompok ke Lalong Rombeng Tak dapat dihindari bahwa putera-puteri perantau yang datang dari daratan Manggarai-Flores Barat selalu dibekali dengan upacara adat. Upacara adat yang dimaksud adalah Tudak Manuk (Ayam Perjanjian) oleh seorang tetua adat berpengalaman di tengah keluarga besar anak yang bersangkutan. Dalam Tudak Manuk, doa harapan yang akrab didengungkan adalah ungkapan dari Lalong Rompok ke Lalong Rombeng. Lalong Rompok (bahasa Manggarai) berarti ayam jago mungil. Lalong Rombeng (bahasa Manggarai) berarti ayam jago besar. | 4 Februari 2009 5:45 WIB:. Dilihat 431 Kali | |  |
| Sejumput Impian Para "Ina" dari Adonara Hampir empat belas tahun lamanya Mariam Bengataka (43) menanti kepulangan suaminya dari merantau ke Malaysia. Tak ada kabar, apalagi kiriman uang dari suaminya. Selama itu pula ia harus membanting tulang untuk menghidupi ketiga anaknya yang masih kecil. | 20 Januari 2009 22:00 WIB:. Dilihat 354 Kali | |  |
| Ivan Nestorman : Mengangkat Musik Flores Hingga ke Mancanegara
Ia konsisten mengangkat budaya Flores lewat lagu dan musik yang ia bawakan. Baginya, budaya Flores itu amat kaya. Kelokalan Flores, itulah yang mendorong Ivan Nestorman mewartakannya kemana saja. Tak heran dalam waktu singkat orang bisa merasakan indahnya bahasa Manggarai dalam musik Indonesia. | 17 November 2008 5:44 WIB:. Dilihat 767 Kali | |  | Memahami Alam Pikiran Tradisional Orang Manggarai| Paham-paham personal pun kolektif yang mencuat ke permukaan dari suatu masyarakat merupakan buah dari penghayatan interaksi dan sosialisasi. Bila ditilik dari perspektif fenomenologi modern, setiap pengalaman yang ada pada manusia (masyarakat) selalu merupakan eksteriorisasi dari sebuah pengalaman tentang sesuatu. | | 20 Agustus 2008 4:41 WIB:. Dilihat 597 Kali | |  |
Tinjauan Budaya Lio-Ende-Flores-NTT tentang Bumi Bumi, sebagai ibu, mesti diselamatkan dari keganasan egoisme dan kelompokisme manusia zaman ini. Merusak bumi dengan cara merusakan alam-lingkungan, baik secara langsung maupun tidak langsung, berarti merusakkan pula budaya yang benar, baik, dan utuh dalam masyarakat berbudaya tersebut | | 9 Juli 2008 1:55 WIB:. Dilihat 617 Kali | |  |
Kita Tidak Butuh Korem di Flores| Flores aman-aman saja selama ini. Flores juga tidak pernah punya sejarah separatisme. Dari dulu-dulu NKRI tidak dipersoalkan oleh orang Flores. Memang NTT berbatasan dengan luar negeri. Ancaman dari luar bukan tidak ada (sama sekali), tetapi membesar-besarkan bahaya, sepertinya memaksa kita melihat hantu di siang bolong. | | 16 April 2008 0:50 WIB:. Dilihat 763 Kali | |  |
Mbeliling Elok Terancam Pembabatan Liar| Hutan Mbeliling sebagai kawasan lindung dan daerah resapan air memiliki posisi penting dalam kehidupan sosial maupun ekonomi masyarakat sekitar. Labuan Bajo sebagai ibukota Kabupaten Manggarai Barat yang berada di lokasi bawah Mbeliling memiliki peran penting bagi pariwisata. | | 18 April 2008 0:07 WIB:. Dilihat 706 Kali | |  |
Koli Sagu : Adatku Gerejaku Namun, menjadi kebingungan bagi setiap orang asing adalah mengapa firdaus ini harus ditinggalkan oleh bangsa pribuminya ke negeri yang jauh di Malaysia, Singapura, Hongkong atau Kalimantan dan Batam? Dan, satu lagi, mengapa pastoral perkawinan dirasakan cukup gagal? Ada apa dengan Koli Sagu? | | 18 Maret 2008 1:49 WIB:. Dilihat 718 Kali | |  |
Gerakan Habitus Baru Mulai dari Daerah| Daerah-daerah merupakan wilayah terisolir. Tetapi “bencana” kebijakan politik, ekonomi, sosial, budaya, dan pertahanan keamanan yang berasal dari Jakarta bisa mengalir ke seluruh daerah. | | 18 April 2008 0:09 WIB:. Dilihat 725 Kali | |  |
Substansi Sertifikasi Profesi Guru|
“Kita bersama-sama telah mengorbankan segalanya, masa muda, kehidupan, dan nasib hanya demi kemenangan mendirikan bangsa baru ini. Sekarang, saatnya kita mempertaruhkan nasibnya. Republik ini jauh lebih besar daripada kongres yang tidak membayar kita” | | 4 Maret 2008 20:25 WIB:. Dilihat 930 Kali | |  |

|
|
| Kirim Artikel / Berita |
| Enterflores.com
sangat mengharapkan adanya partisipasi artikel /
berita dari siapa saja. Tema artikel bebas, selama
berhubungan dengan Pulau Flores dalam arti luas,
dan disesuaikan dengan kategori-kategori yang ada.
Anda dapat mengirim artikel Anda di General@enterflores.com.
|
|
|
|
|